Saat terjadi kerusakan ( dalam satu atau lebih ) fungsi kognitif ( bahasa, ingatan dan perencanaan pribadi ) dan kerusakan tersebut cukup parah sehingga mengganggu fungsi sehari-hari terjadilah penurunan fungsi ingatan yang disebut demensia. Demensia dapat disebabkan oleh stroke yang meluas, tumor otak, sindrom korsakoff ( terkait dengan penggunaan alkohol ) atau penyebab utamanya yaitu penyakit Alzheimer. Bertahun-tahun lalu ketika orang kehilangan ingatan dan mejadi semakin pikun saat menua. Orang beranggapan bahwa semua itu adalah efek alami penuaan, “ Ujar Dr. Maek Albert, ahli saraf dipusat Penelitian Penyakit Alzheimer Rumah Sakit Universitas Duke “. Namun, diketahui sekarang bahwa kepikunan bukanlah akibat normal penuaan. Setengah dari mereka yang mencapai uisa 85 tahun akan menderita Alzheimer, “ Demikian ungkap Dr. Robert Green, Neorolog Universitas Georgia dan Ketua Program Penelitian Diagnosis dan Terapi Alzheimer ”. Penyakit yang bersifat Kronis dan Fatal ini dapat mengenai siapapun. Hasil penelitian, sekitar 10% mereka yang berusia diatas 65 tahun dan 4 juta jiwa di Amerika Serikat menderita kehilangan mental karena Alzheimer. Sedihnya lagi, jumlah ini terus bertambah seiring dengan menuanya generasi Baby Boomers dan meningkatnya harapan hidup.
