Terima Kasih Atas Kunjungannya

Selasa, 16 Oktober 2012

Hikmah Dibalik Pertandingan Sepak Bola

adhyel hikmah dibalik pertandingan sepak bola
Dalam pertandingan sepak bola, sering kali kita menyaksikan sebuah permainan yang begitu indah, semangat yang begitu membara, serta kerja tim yang begitu kompak. Dalam pertandingan ini, tim yang menang pastilah tim dengan kerjasama yang sangat mengangumkan. Begitu pun sering kali tim yang babak terdahulu kalah, kemudian berhasil menggapai kemenangannya setelah berjuang habis-habisan. Tim ini pastilah tim yang memiliki semangat juang yang luar biasa, evaluasi kinerja yang maksimal, dan tentu saja keinginan kuat untuk menjadi seorang pemenang.
Begitulah kira-kira pekerjaan besar kita untuk merebut bendera kemenangan, dipergilirkan, direbut, jatuh, bangkit, berputar haluan, pergantian pemain, dan untuk selanjutnya setelah semua dilalui maka tinggal menunggu kemenangan. Peluit itu adalah kematian, gol itu adalah amal-amal besar kita, lari dan kerjasama adalah muamalah (kerja) kita, wasit adalah panduan hidup kita berupa Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan penonton adalah malaikat pengintai kita. Terlalu banyak pelajaran dalam pertandingan ini, tapi inilah sebuah amtsilah, contoh yang dapat kita ambil hikmahnya.
adhyel kode warna HTML
Kali ini Aku ingin berbagi kepada teman-teman tentang kode warna html, melalui postingan ini silahkan teman-teman cari kode warna yang teman-teman inginkan :
Semoga bermanfaat.

Senin, 01 Oktober 2012

The Change Maker Gang

adhyel gang the change maker
Kepada pembaca sekalian kali ini Saya ingin berbagi kepada Anda tentang asyiknya neg_gang. Hal ini bisa Saya katakan karena Saya punya gang dengan nama The Change Maker yang artinya pembuat perubahan “Hal Positif”. Nge__Gang sebenarnya ada banyak macamnya, namun Gang kamu termasuk yang mana ? Apakah yang sedikit senang sedikit bekerja? Sedikit senang banyak bekerja? Atau banyak senaang banyak bekerja? Berkumpul, bekerja kelompok, nge-gosip, nge-gang, sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Dalam satu gang, pasti ada kesamaan diantara kita yang membuat kita betah berlama-lama bersama mereka. Dalam kenyataannya, banyak diantara kita menganggap bahwa secara sepintas antara gang dan kelompok sama.
Gang adalah sebuah team terdiri dari atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi kearah tujuan bersama. Kata team adalah singkatan dari Together-Everyone-Acheives-More (TEAM) artinya, setiap orang jika bekerjasama akan mencapai sesuatu yang lebih baik. Jadi, dengan bekerja sama dalam suatu gang, hasil yang dicapai akan lebih besar daripada hasil kerja perorangan. Inilah yang biasa kita kenal atau mendengar konsep sinergi. Dalam gang terdapat sinergi positif melalaui upaya-upaya yang terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Berdasarkan penelitian gang yang efektif adalah gang yang mempunyai hal-hal berikut ini :
1.      Tujuan yang Jelas
Suatu gang harus memilki tujuan yang akan dicapai dan menyakini bahwa tujuan tersebut sangat bermanfaat bagi individu dan anggota gang lainnya.

2.      Keterampilan yang Memadai
Para anggota gang memilki kompetisi dan keterampilan termasuk keterampilan interpersonal ( hubungan intermanusia ) dan dapat bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan yang diiginkan.

3.      Komitmen
Loyalitas dan Dedikasi yang tinggi dari anggota tim sangat penting untuk membantu suksesnya gang. Kesetiaan individu pada gang tidak hanya pada tahadapan attack ( sebagai pelengkap, seperti asal hadir, asal ada dan tidak berparan aktif ) atau Involve ( ikut terlibat hanya untuk misi dan kepentingan individu ), melainkan sampai pada tingkat komitmen. Maksudnya adalah  peran aktif individu dalam gang dengan segenap potensi dan kemampuannya, meletakkan gang daripada kepentingan pribadi atau kepentingan individu melebur dalam kepentingan gang.

4.      Saling Percaya
Dalam hal ini, anggota gang menyakini integritas, karakter, dan kemampuan anggota yang lain.suasana saling percaya dalam gang sangat dipengaruhi oleh budaya gang itu sendiri. Gang yang menganut nilai keterbukaan dan kerja sama akan mendorong komitmen anggotanya. Rasa percaya ini dapat ditumbuhkan diantara anggota dengan adanya komunikasi timbal balik, adil dan objektif dalam memberikan penilaian dan penghargaan serta konsisten terhadap waktu.

5.      Komunikasi yang Baik
Anggota dapat menyampaikan pesan diantara anggota lainnya termasuk menyampaikan gagasan dan keinginan, adanya umpan balik anggota gang dan dapat membantu anggota gang memperbaiki kesalahan yang terjadi.
6.      Kemampuan Negosiasi
Gang yang efektif bersifat luwes dan terus­-­menerus mengadakan penyesuaian dan The Change Maker (  perubahan kearah yang lebih baik ). Oleh karena itu, anggota gang harus mempunyai keterampilan negosiasi yang memadai dan mampu menghadapi serta menerima perbedaan-perbedaan.

7.      Kepemimpinan yang Tepat
Pemimpin yang efekti dapat memotivasi anggota gang untuk terus-menerus mengikuti perkembangan dan perubahan, termasuk pada situasi yang sulit. Pemimpin diharapkan dapat membantu menjelaskan tujuan yang akan dicapai, mengatasi hambatan, meningkatkan kepercayaan diri anggotanya dan setia membantu anggotanya sesuai potensi yang dimilikinya.
Dari poin-poin diatas, agar tujuan yang telah disepakati dalam suatu gang tercapai, kita perlu meningkatkan kekompakan anggota gang, termasuk memperkenalkan persaingan yang sehat. Kita pun perlu meningkatkan interaksi untuk memperbaiki persahabatan dan komunikasi diantara anggota gang. Misalnya, diupayakan sering bertemu, baik secara formal maupun informal. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perlu menciptakan rasa saling membantu dan rasa kebersamaan para anggota gang.
“ Selamat Membaca (*_*) “

Jumat, 28 September 2012

Pentingnya Kelembutan Cinta Seorang Ibu

adhyel pentingnya kelembutan cinta seorang Ibu
Ibu adalah perempuan, itu pasti! Tapi perempuan adalah ibu, bukan suatu kepastian. Hanya saja kerap kita mesti mendudukkan perempuan pada posisi ibu. Lantas, adakah perempuan memang pantas disebut ibu?
Bagi saya, ibu itu mengesankan kasih sayang, terbayang kelembutan, merasakan aliran cinta. Bila saya berpikir tentang perempuan, terbayang kasih Ibu yang sejati melindungi anak-anaknya. Fokus pikiran saya hanya tentang sosok ibu! Makna itulah yang pertama hadir di benak saya. Oleh karena itu, makna kelembutan, kasih sayang, pendidikan, cinta, akan senantiasa tidak lepas dari arti kehadiran perempuan, gender, maupun kaum ibu.
Jika kita menyepelekan inti dari makna kelembutan cinta ibu dari sosok perempuan sebagai ibu itu, sepertinya kita menafikan keberadaan kita sebagai manusia. Karena, dari ibu itulah kita tidak mengenal pembeda antara laki-laki dan perempuan. Ibu menyayangi tanp beda takar. Ibu mengalirkan dirinya yang suci ke dalam aliran-aliran darah kita. Dan kita merasakan kelembutan cinta itu sebagai bagian penting dari muasal kehidupan.
Kalaulah kita jujur pada diri sendiri, maka tak akan ada pertanyaan tentang sosok ibu yang tetap saja menjadi api dalam diri kita untuk memberi arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maupun berinteraksi sesama manusia. Kita menempatkan porsi cinta dan penghormatan pada ibu. Sebab, tentulah kita tidak bisa hidup tanpa kasih sayang, tanpa pendidikan, tanpa kelmbutan dari cinta ibu.
Bila ternyata ada yang tidak mampu menempatkan ibu sebagai sosok pemberi kelembutan kasih dari segalanya, maka bisa dipastikan bahwa kehadiran ibu, kehadiran permpuan, hanya ada pada tataran makna simbolik saja. Padahal, makna konsepsional dan makna filosofis yang kita butuhkan, bukan sekadar makna biologis yang feminin itu saja. Kita membutuhkan sosol itu yang sejtinya menjadi pelindung, pemberi arah, pengajar, penyayang, dan segala yang baik yang telah membumikan dirinya sebagai perempuan yang mampu menempatkan diri pada makna filosofis.
Perempuan adalah ibu. Ia mampu menempatkan posisinya secara proporsional. Ia mampu menjadi pelindung. Ia mampu menjadi penyemangat, pengarah, pembimbing. Ibu bukanlah sosok yang memberi makna pada sisi kehidupan yang tidak pernah kita ingin bayangkan. Kita tidak berharap, sosok itu menacapkan taring ke daging anak-anaknya. Ibu mestinya tak pernah bergeser sebagai pemberi kelembutan cinta.
Secara makna simbolik, kaum perempuan atau sosok ibu itu tidaklah sekonyong-konyong menjadi sosok yang lemah atau dengan kata yang agak vulgar yakni bahwa hanya kaum lelaki yang keras, dan bahkan bisa menjajah. Sama sekali tidak! Karena karakter yang ada pada kaum lelaki, ada pula pada wanita.
Misalnya, bukankah kita banyak mendengar bagaimana Margareth Teatcher yang ketika menjadi PM Inggris yang dikenal sebagai Iron Woman, atau siapa yang tidak kenal keberanian Cut Nyak Dhien sebagai tokoh wanita yang memimpin perlawanan di Aceh melawan Belanda?
Yang membedakan perempua dan laki-laki adalah biologisnya saja! Dan pada dasarnya memiliki kemampuan yang sama dalam semua dimensi kehidupan. Hal yang diperjuangkan Ibu Kartini. Namun, bagi seniman seperti Ismail Marzuki dalam tembangnya “Sabda Alam”, melihat persoalan gender itu di masanya masih dala koridor biologis sesuai proporsinya.
“wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu. Namun ada kala pria tak berdaya, tekuk lutut di balik kerling wanita...”. Penggalan lagu tersebut menjelasakan bahwa baru kerlingan perempuan, pria sudah menyerah apalagi kalau betul-betul segala kemampuan biologis yang dia miliki dikerahkan, maka dia akan mampu berbuat maksimal setara laki-laki.
Kini, sudah tidak pada tempatnya di saat teknologi dan ilmu pengetahuan telah berkembang, peluang perempuan tidak mendapatkan tempat di semua ruang yang ada. Hanya saja, jiwanya sebagai ibu mestinya tetap saja mendominasi cara berpikir dan bertindaknya. Sebab, sekeras baja bagaimana pun, ia tetap perempuan yang memiliki kelembutan cinta seorang ibu.
Dan kita selau berharap, perempuan adalah ibu yang memberi kehangatan cinta itu sebagai keikhlasan, bukan sekadar perlombaan demi emansipasi. Dari tangannyalah, dari hatinyalah, dari pikirannyalah, akan mengalir energi anak bangsa yang mengenal dirinya, mengenal tanggung jawabnya kepada keluarga, bangsa, dan agamanya.

Followers

Powered By Blogger

Statistik Pengunjung