Terima Kasih Atas Kunjungannya

Kamis, 08 November 2012

Profil Barru

Adhyel Kabupaten Barru
Kabupaten Barru dahulu sebelum terbentuk adalah sebuah kerajaan kecil yang masing - masing dipimpin oleh seorang Raja yaitu : Kerajaan Berru (Barru), Kerajaan Tanete,Kerajaan Soppeng Riaja dan Kerajaan Mallusetasi. Dimasa pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Sipil Belanda dimana wilayah Kerajaan Berru,Tanete dan Soppeng Riaja dimasukkan dalam wilayah ONDER AFDELLING BARRU, yang bernaung dibawah AFDELLING PARE PARE sebagai kepala Pemerintahan Onder Afdelling diangkat seorang control Belanda yang berkedudukan di Barru, sedangkan ketiga bekas kerajaan tersebut diberi status sebagai Self Bestuur (Pemerintahan Kerajaan Sendiri) yang mempunyai hak otonom untuk menyelenggarakan Pemerintahan sehari-hari baik terhadap eksekutif maupun dibidang yudikatif. Dari sejarahnya, sebelum menjadi daerah-daerah Swapraja pada permulaan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, keempat wilayah Swapraja ini merupakan 4 bekas Selfbestuur didalam Afdeling Pare-Pare masing-masing:
  1. Bekas Selbesteuur Mallusetasi yang daerahnya sekarang menjadi kecamatan MalluseTasi dengan Ibu Kota Palanro. Adalah penggabungan bekas-bekas Kerajaan Lili dibawah kekuasan Kerajaan Ajattapareng oleh Belanda sebagai Selfbestuur, ialah Kerajaan Lili Bojo dan Lili Nepo.
  2. Bekas selfbestuur Soppeng Riaja yang merupakan penggabungan 4 Kerajaan Lili dibawah bekas Kerajaan Soppeng (Sekarang Kabupaten Soppeng) Sebagai Satu Selfbestuur, ialah bekas Kerajaan Lili Siddo, Lili Kiru-Kiru, Lili Ajakkang, dan lili Balusu.
  3. Bekas Selfbestuur Barru yang sekarang menjadi Kecamatan Barru dengan lbu Kotanya Sumpang Binangae yang sejak semula memang merupakan suatu bekas kerajaan kecil yang berdiri sendiri.
  4. Bekas Selbestuur Tanete dengan pusat Pemerintahannya di Pancana daerahnya sekarang menjadi 3 Kecamatan masing-masing Kecamatan Tanete Rilau, Kecamatan Tanete Riaja, Kecamatan Pujananting.
Seiring dengan perjalanan waktu,maka pada tanggal 20 Pebruari 1960 merupakan tongkak sejarah yang menandai awal kelahiran Kabupaten Daerah TK.II Barru dengan Ibukota Barru berdasarkan Undang-Undang Nomor 229 tahun 1959 tentang pembentukan Daerah-Daerah Tk. II di Sulawesi Selatan. Kabupaten Barru terbagi dalam 7 Kecamatan dan 54 Desa/Kelurahan. Sebelum dibentuk sebagai suatu Daerah Otonom berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959 pada tahun 1961, Daerah ini terdiri dari 4 Wilayah Swapraja didalam kewedanaan Barru Kabupaten Pare-Pare lama, masing-masing Swapraja Barru Swapraja Tanete, Swapraja Soppeng Riaja dan bekas Swapraja Mallusetasi, Ibu Kota Kabupaten Barru sekarang bertempat di bekas ibu Kota Kewedanaan Barru.
Kabupaten Barru yang dikenal dengan motto HIBRIDA ( Hijau,Bersih,Asri dan Indah) adalah salah satu Kabupaten yang terletak dipesisir Pantai Barat Propinsi Sulawesi Selatan dengan garis pantai sekitar 78 Km.Secara Geografis terletak diantara Koordinat 4'0.5'35" lintang selatan dan 199'35" - 119'49'16" Bujur Timur dengan luas wilayah 1.174,72 Km2 (117.472 Ha) dan berada kurang lebih 102 Km sebelah utara Kota Makassar Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan, yang dapat ditempuh melalui perjalanan darat kurang lebih 2,5 jam.Kabupaten Barru secara Administratif terbagi atas 7 kecamatan, 14 Kelurahan dan 40 Desa sebagaimana pada tabel dibawah yang mempunyai batas - batas wilayah :
  • Sebelah Utara dengan Kota Pare-Pare dan Kabupaten Sidrap
  • Sebelah Timur dengan Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Bone
  • Sebelah Selatan dengan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
  • Sebelah Barat dengan selat Makassar
Kabupaten Barru terletak pada jalan Trans Sulawesi dan merupakan daerah lintas Wisata yang terletak antara Kota Makassar dan Kota Pare-Pare menuju Kabupaten Tana Toraja sebagai daerah tujuan wisata dari Mancanegara. Kabupaten Barru mempunyai ketinggian antara 0-1.700 meter diatas permukaan laut dengan bentuk permukaan sebahagian besar daerah kemiringan,berbukit hingga bergunung-gunung dan sebahagian lainnya merupakan daerah datar hinggi landai.  Di Kabupaten Barru terdapat seluas 71,79 % wilayah ( 84.340 Ha) dengan tipe iklim C yakni mempunyai bulan basah berturut-turut 5-6 bulan (Oktober - Maret) dan bulan Kering berturut-turut kurang dari 2 bulan (April - September). Total hujan selama setahun di Kabupaten Barru sebanyak 113 hari dengan jumlah curah hujan sebesar 5.252 mm.Curah hujan di kabupaten Barru berdasarkan hari hujan terbanyak pada bulan Desember - Januari dengan jumlah curah hujan 1.335 mm dan 1.138 mm sedangkan hari hujan masing-masing 2 hari dengan jumlah curah hujan masing- masing 104 mm dan 17 mm.
NO
KECAMATAN
DESA/KELURAHAN
Km2
Ha
-1
-2
-3
-4
-5
1
TANETE RIAJA



01. MATTIROWALIE
26,42
2.642
02. HARAPAN
53,10
5.31
03.LOMPO RIAJA
20,89
2.089
04. LIBURENG
20,24
2.024
05. KADING
22,69
2.269
06. LOMPO TENGAH
13,32
1.332
07. LEMPANG
17,63
1.763
JUMLAH
174,29
17.429
2
TANETE RILAU



01. LASITAE
7,70
770
02. PANCANA
9,20
920
03. LALABATA
12,00
1.2
04. CORAWALI
7,92
792
05. PAO - PAO
9,30
930
06. TELLUMPANUA
6,65
665
07. LALOLANG
2,05
205
08. TANETE
4,10
410
09. LIPUKASI
15,44
1.554
10. GARESSI
4,81
481
JUMLAH
79,17
7.917
3
B A R R U



01 SUMPANG BINANGAE
1,80
180
02. COPPO
26,83
2.683
03 TUWUNG
12,35
1.235
04. ANABANUA
20,00
2
05. PALAKKA
36,33
3.633
06. GALUNG
28,52
2.852
07. TOMPO
34,86
3.486
08. SEPEE
16,47
1.647
09. MANGEMPANG
13,80
1.38
10. SIAWUNG
8,36
836
JUMLAH
199,32
19.932
4
SOPPENG RIAJA



01.AJAKKANG
23,00
2.3
02. PACCEKKE
24,55
2.455
03. KIRU-KIRU
7,02
702
04. MANGKOSO
2,63
263
05. LAWALLU
6,10
610
06. SIDDO
8,80
880
07. BATUPUTE
6,80
680
JUMLAH
78,90
7.89
5
MALLUSETASI



01. CILELLANG
13,85
1.385
02. MANUBA
36,88
3.688
03. NEPO
94,65
9.465
04.PALANRO
4,50
450
05.MALLAWA
7,50
750
06. KUPA
20,23
1.023
07. BOJO
20,37
2.037
08. BOJO BARU
18,60
1.86
JUMLAH
216,58
21.658
6
PUJANANTING



01. BULO- BULO
37,08
3.708
02. GATTARENG
49,60
4.96
03. PUJANANTING
77,88
7.788
04. JANGAN - JANGAN
40,75
4.075
05. PATAPPA
77,95
7.795
06. BACU - BACU
31,00
3.1
JUMLAH
314,26
31.426
7
B A L U S U



01. BINUANG
8,36
836
02. MADELLO
11,69
1.169
03. TAKKALASI
13,80
1.38
04. KAMIRI
47,35
4.735
05. BALUSU
22,75
2.275
06. LAMPOKO
8,25
825
JUMLAH
112,20
11.22
JUMLAH TOTAL
1.174,72
117.472

Selasa, 16 Oktober 2012

Hikmah Dibalik Pertandingan Sepak Bola

adhyel hikmah dibalik pertandingan sepak bola
Dalam pertandingan sepak bola, sering kali kita menyaksikan sebuah permainan yang begitu indah, semangat yang begitu membara, serta kerja tim yang begitu kompak. Dalam pertandingan ini, tim yang menang pastilah tim dengan kerjasama yang sangat mengangumkan. Begitu pun sering kali tim yang babak terdahulu kalah, kemudian berhasil menggapai kemenangannya setelah berjuang habis-habisan. Tim ini pastilah tim yang memiliki semangat juang yang luar biasa, evaluasi kinerja yang maksimal, dan tentu saja keinginan kuat untuk menjadi seorang pemenang.
Begitulah kira-kira pekerjaan besar kita untuk merebut bendera kemenangan, dipergilirkan, direbut, jatuh, bangkit, berputar haluan, pergantian pemain, dan untuk selanjutnya setelah semua dilalui maka tinggal menunggu kemenangan. Peluit itu adalah kematian, gol itu adalah amal-amal besar kita, lari dan kerjasama adalah muamalah (kerja) kita, wasit adalah panduan hidup kita berupa Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan penonton adalah malaikat pengintai kita. Terlalu banyak pelajaran dalam pertandingan ini, tapi inilah sebuah amtsilah, contoh yang dapat kita ambil hikmahnya.
adhyel kode warna HTML
Kali ini Aku ingin berbagi kepada teman-teman tentang kode warna html, melalui postingan ini silahkan teman-teman cari kode warna yang teman-teman inginkan :
Semoga bermanfaat.

Senin, 01 Oktober 2012

The Change Maker Gang

adhyel gang the change maker
Kepada pembaca sekalian kali ini Saya ingin berbagi kepada Anda tentang asyiknya neg_gang. Hal ini bisa Saya katakan karena Saya punya gang dengan nama The Change Maker yang artinya pembuat perubahan “Hal Positif”. Nge__Gang sebenarnya ada banyak macamnya, namun Gang kamu termasuk yang mana ? Apakah yang sedikit senang sedikit bekerja? Sedikit senang banyak bekerja? Atau banyak senaang banyak bekerja? Berkumpul, bekerja kelompok, nge-gosip, nge-gang, sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Dalam satu gang, pasti ada kesamaan diantara kita yang membuat kita betah berlama-lama bersama mereka. Dalam kenyataannya, banyak diantara kita menganggap bahwa secara sepintas antara gang dan kelompok sama.
Gang adalah sebuah team terdiri dari atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi kearah tujuan bersama. Kata team adalah singkatan dari Together-Everyone-Acheives-More (TEAM) artinya, setiap orang jika bekerjasama akan mencapai sesuatu yang lebih baik. Jadi, dengan bekerja sama dalam suatu gang, hasil yang dicapai akan lebih besar daripada hasil kerja perorangan. Inilah yang biasa kita kenal atau mendengar konsep sinergi. Dalam gang terdapat sinergi positif melalaui upaya-upaya yang terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Berdasarkan penelitian gang yang efektif adalah gang yang mempunyai hal-hal berikut ini :
1.      Tujuan yang Jelas
Suatu gang harus memilki tujuan yang akan dicapai dan menyakini bahwa tujuan tersebut sangat bermanfaat bagi individu dan anggota gang lainnya.

2.      Keterampilan yang Memadai
Para anggota gang memilki kompetisi dan keterampilan termasuk keterampilan interpersonal ( hubungan intermanusia ) dan dapat bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan yang diiginkan.

3.      Komitmen
Loyalitas dan Dedikasi yang tinggi dari anggota tim sangat penting untuk membantu suksesnya gang. Kesetiaan individu pada gang tidak hanya pada tahadapan attack ( sebagai pelengkap, seperti asal hadir, asal ada dan tidak berparan aktif ) atau Involve ( ikut terlibat hanya untuk misi dan kepentingan individu ), melainkan sampai pada tingkat komitmen. Maksudnya adalah  peran aktif individu dalam gang dengan segenap potensi dan kemampuannya, meletakkan gang daripada kepentingan pribadi atau kepentingan individu melebur dalam kepentingan gang.

4.      Saling Percaya
Dalam hal ini, anggota gang menyakini integritas, karakter, dan kemampuan anggota yang lain.suasana saling percaya dalam gang sangat dipengaruhi oleh budaya gang itu sendiri. Gang yang menganut nilai keterbukaan dan kerja sama akan mendorong komitmen anggotanya. Rasa percaya ini dapat ditumbuhkan diantara anggota dengan adanya komunikasi timbal balik, adil dan objektif dalam memberikan penilaian dan penghargaan serta konsisten terhadap waktu.

5.      Komunikasi yang Baik
Anggota dapat menyampaikan pesan diantara anggota lainnya termasuk menyampaikan gagasan dan keinginan, adanya umpan balik anggota gang dan dapat membantu anggota gang memperbaiki kesalahan yang terjadi.
6.      Kemampuan Negosiasi
Gang yang efektif bersifat luwes dan terus­-­menerus mengadakan penyesuaian dan The Change Maker (  perubahan kearah yang lebih baik ). Oleh karena itu, anggota gang harus mempunyai keterampilan negosiasi yang memadai dan mampu menghadapi serta menerima perbedaan-perbedaan.

7.      Kepemimpinan yang Tepat
Pemimpin yang efekti dapat memotivasi anggota gang untuk terus-menerus mengikuti perkembangan dan perubahan, termasuk pada situasi yang sulit. Pemimpin diharapkan dapat membantu menjelaskan tujuan yang akan dicapai, mengatasi hambatan, meningkatkan kepercayaan diri anggotanya dan setia membantu anggotanya sesuai potensi yang dimilikinya.
Dari poin-poin diatas, agar tujuan yang telah disepakati dalam suatu gang tercapai, kita perlu meningkatkan kekompakan anggota gang, termasuk memperkenalkan persaingan yang sehat. Kita pun perlu meningkatkan interaksi untuk memperbaiki persahabatan dan komunikasi diantara anggota gang. Misalnya, diupayakan sering bertemu, baik secara formal maupun informal. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perlu menciptakan rasa saling membantu dan rasa kebersamaan para anggota gang.
“ Selamat Membaca (*_*) “

Followers

Powered By Blogger

Statistik Pengunjung