Senin, 04 November 2013
Minggu, 04 Agustus 2013
Tidur merupakan kegiatan dan kebutuhan manusia. Apabila tidur kita berkualitas, otomatis metabolisme didalam tubuh kita akan ditata kembali. Kita bisa memiliki kesempatan untuk melakukan regenerasi sel tubuh – tubuh kita yang telah mati. Salah satu cara tidur yang baik yaitu tidak menyalakan musik/televisi apabila sedang tidur. Kebiasaan ketika tidur sambil mendengarkan musik ataupun sambil menonton televisi, memang susah sekali dihilangkan. Justru dengan melakukan kedua hal tersebut menyebabkan kebanyakan dari kita bisa tertidur pulas. Tetapi kenyataannya mereka banyak yang pusing, tegang bahkan setres ketika sudah bangun tidur. Hormon melatonin adalah zat yang dihasilkan oleh kelenjar pineal didalam otak yang pembentukannya dipicu oleh gelap dan berfungsi mengatur bioritme atau irama tubuh dalam hal pengaturan tidur.Kadar hormon ini paling tinggi adalah saat menjelang pagi hari sekitar pukul 02.00 – 04.00 pagi dan terendah ketika sore hari. Manfaat melatonin adalah sebagai antioksidan yang akan larut didalam lemak dan air, meningkatkan imun didalam tubuh, relaksasi otot, membantu meningkatkan mood dan menghilangkan ketegangan. Jadi akan lebih baik jika tidur lampu dimatikan saja supaya memaksimalkan produksi hormon melatonin.Memang benar bahwa ada sebagian orang yang akan merasa tak nyaman atau bahkan tidak dapat tidur pada gelap gulita. Tetapi jika melihat manfaat atau dampaknya, hal ini harus diperhatikan pula, yaitu dengan tidak tidur di bawah pencahayaan langsung (dari lampu kamar), apalagi pada anakkecil yang masih dalam masa pertumbuhan.Matikan Televisi dan Musik Sebenarnya saat kita tertidur otak tidak akan pernah tidur selama kita masih hidup. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti kita masih bangun. Ketika tidur, otak menjalankan sistem metabolisme di tubuh. Pada saat malam hari, ketika itu menurunlah aktivitas tubuh dan otomatis ritme gelombang pun mengalami penurunan juga. Apabila kita tidur sambil mendengarkan musik maka gelombang cahaya ataupun gelombang suara akan tetap diterima oleh otak.Gelombang cahaya akan masuk menembus kelopak mata dan menuju ke otak. Gelombang suara akan masuk ke dalam telinga dan menuju ke otak. Otomatis otak akan terangsang untuk bekerja dan mengolah informasi yang masuk.Bayangkan apabila terjadi sepanjang malam, berarti kita tidur menurut tubuh bagian luar, tetapi tidak menurut otak kita. Otak akan terus bekerja untuk mengolahnya dan akan kelelahan. Jadi, jangan pernah biarkan otak tetapbekerja pada malam hari, padahal pagi sampai sore hari kita diperas pula oleh kegiatan kita.
Rabu, 24 Juli 2013
Tunda Penuaan Dengan Siput atau Keong
Keong atau siput biasanya hidup darat dan laut memiliki cangkang bergelung dan dapat ditemukan pada berbagai lingkungan yang berbeda seperti di parit hingga gurun, bahkan hingga laut yang sangat dalam.
Di Tokyo, Jepang keong telah di manfaatkan sebagai perawatankecantikanatau anti penuaan. Dalam terapi ini beberapa siput di letakan di pipi atau wajah dengan membiarkan siput merangkak sesuka hatinyadi wajah, yang kemudian meninggalkan jejak lendirnya.
Disebutkan bahwa dalam lendir siput memiliki kandungan campuran protein, antioksidan dan asam hyaluronic.
Ada beberapa manfaat yang di peroleh dari terapi lendir siput, yaitu membantu kulit untuk mempertahankan kelembaban, menenangkan peradangandan menghilangkan kulit mati. Selain itu, lendir siput membantu mencegah kerusakan kulit dari matahari.
Dikutip dari . gulfnews.com"Lendir siput dapat membantu menghilangkansel-sel mati, menyembuhkan kulit terbakar matahari dan melembabkan," kata Manami Takamura, seorang juru bicarabeauty salonCi:z.Labo yang berbasis di Tokyo.
Ia menambahkan bahwa"dengan cara ini, Anda dapat memiliki 100 persenesensi bekicot murni langsung pada kulit."
Sebelumnya ilmuwan biologi di University of the Sunshine Coast,Australiatelah menemukan kemampuan luar biasa darisiput dalam melakukan hibernasi untuk menghentikan penuaan, gen tertentu dari siput bisa membantu orang memperpanjang umur hingga 500 tahun.
Manfaat Berbicara Kepada Diri Sendiri
Studi sebelumnya menemukan bahwa membaca sangat baik untuk meningkatkan kinerja otak, studi lain menemukan bahwa menulis dengan tangan lebih mudah untuk mengingat kata atau kalimat daripada mengetik menggunakan komputer.
Pada saat yang sama secara aktif membaca dan menulis teks dapat memperlambat penurunan kemampuan mental dibandingkan dengan orang tidak membaca dari waktu ke waktu.
Banyak dari kita sering berbicara kepada diri sendiri, mengingat itu sebagai kebiasaan cukup bodoh dan bahkan dianggap sebagai penyimpangan. Namum kini penelitian terbaru membantah kebiasaan tersebut dan bahkan menganjurkan kita untuk berbicara kepada diri sendiri untuk membantu keberfungsian otak.
Para ilmuwan dari Amerika Serikat memiliki pendapat yang berbeda tentang masalah kebiasaan berbicara kepad diri sendiri tersebut. Percobaan-percobaan mereka menegaskan bahwa berbicara kepada diri sendiri adalah normal, tetapi juga positif mempengaruhi fungsi otak.
Dalam sebuah percobaan relawan pertama diminta untuk menemukan barang yang hilang. Dalam percobaan ini relawan di wajibkan untuk berbicara kepada diri sendiri. Dan relawan kedua dalam percobaan diminta untuk tetap diam selama pencarian barang hilang.
Studi ini menemukan bahwa relawan pertama lebih cepat menyelesaikan tugas. Fenomena ini menurut ilmuwan bahwa itu sangat mempercepat persepsi dan berpikir, sehingga otak membantu untuk menemukan solusi yang tepat. Sedangkan relawan kedua mengalami kebuntuan.
Langganan:
Postingan (Atom)

