Terima Kasih Atas Kunjungannya

Selasa, 16 Oktober 2012

adhyel kode warna HTML
Kali ini Aku ingin berbagi kepada teman-teman tentang kode warna html, melalui postingan ini silahkan teman-teman cari kode warna yang teman-teman inginkan :
Semoga bermanfaat.

Senin, 01 Oktober 2012

The Change Maker Gang

adhyel gang the change maker
Kepada pembaca sekalian kali ini Saya ingin berbagi kepada Anda tentang asyiknya neg_gang. Hal ini bisa Saya katakan karena Saya punya gang dengan nama The Change Maker yang artinya pembuat perubahan “Hal Positif”. Nge__Gang sebenarnya ada banyak macamnya, namun Gang kamu termasuk yang mana ? Apakah yang sedikit senang sedikit bekerja? Sedikit senang banyak bekerja? Atau banyak senaang banyak bekerja? Berkumpul, bekerja kelompok, nge-gosip, nge-gang, sudah menjadi kebiasaan kita sehari-hari. Dalam satu gang, pasti ada kesamaan diantara kita yang membuat kita betah berlama-lama bersama mereka. Dalam kenyataannya, banyak diantara kita menganggap bahwa secara sepintas antara gang dan kelompok sama.
Gang adalah sebuah team terdiri dari atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi kearah tujuan bersama. Kata team adalah singkatan dari Together-Everyone-Acheives-More (TEAM) artinya, setiap orang jika bekerjasama akan mencapai sesuatu yang lebih baik. Jadi, dengan bekerja sama dalam suatu gang, hasil yang dicapai akan lebih besar daripada hasil kerja perorangan. Inilah yang biasa kita kenal atau mendengar konsep sinergi. Dalam gang terdapat sinergi positif melalaui upaya-upaya yang terkoordinasi untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Berdasarkan penelitian gang yang efektif adalah gang yang mempunyai hal-hal berikut ini :
1.      Tujuan yang Jelas
Suatu gang harus memilki tujuan yang akan dicapai dan menyakini bahwa tujuan tersebut sangat bermanfaat bagi individu dan anggota gang lainnya.

2.      Keterampilan yang Memadai
Para anggota gang memilki kompetisi dan keterampilan termasuk keterampilan interpersonal ( hubungan intermanusia ) dan dapat bekerjasama dengan baik untuk mencapai tujuan yang diiginkan.

3.      Komitmen
Loyalitas dan Dedikasi yang tinggi dari anggota tim sangat penting untuk membantu suksesnya gang. Kesetiaan individu pada gang tidak hanya pada tahadapan attack ( sebagai pelengkap, seperti asal hadir, asal ada dan tidak berparan aktif ) atau Involve ( ikut terlibat hanya untuk misi dan kepentingan individu ), melainkan sampai pada tingkat komitmen. Maksudnya adalah  peran aktif individu dalam gang dengan segenap potensi dan kemampuannya, meletakkan gang daripada kepentingan pribadi atau kepentingan individu melebur dalam kepentingan gang.

4.      Saling Percaya
Dalam hal ini, anggota gang menyakini integritas, karakter, dan kemampuan anggota yang lain.suasana saling percaya dalam gang sangat dipengaruhi oleh budaya gang itu sendiri. Gang yang menganut nilai keterbukaan dan kerja sama akan mendorong komitmen anggotanya. Rasa percaya ini dapat ditumbuhkan diantara anggota dengan adanya komunikasi timbal balik, adil dan objektif dalam memberikan penilaian dan penghargaan serta konsisten terhadap waktu.

5.      Komunikasi yang Baik
Anggota dapat menyampaikan pesan diantara anggota lainnya termasuk menyampaikan gagasan dan keinginan, adanya umpan balik anggota gang dan dapat membantu anggota gang memperbaiki kesalahan yang terjadi.
6.      Kemampuan Negosiasi
Gang yang efektif bersifat luwes dan terus­-­menerus mengadakan penyesuaian dan The Change Maker (  perubahan kearah yang lebih baik ). Oleh karena itu, anggota gang harus mempunyai keterampilan negosiasi yang memadai dan mampu menghadapi serta menerima perbedaan-perbedaan.

7.      Kepemimpinan yang Tepat
Pemimpin yang efekti dapat memotivasi anggota gang untuk terus-menerus mengikuti perkembangan dan perubahan, termasuk pada situasi yang sulit. Pemimpin diharapkan dapat membantu menjelaskan tujuan yang akan dicapai, mengatasi hambatan, meningkatkan kepercayaan diri anggotanya dan setia membantu anggotanya sesuai potensi yang dimilikinya.
Dari poin-poin diatas, agar tujuan yang telah disepakati dalam suatu gang tercapai, kita perlu meningkatkan kekompakan anggota gang, termasuk memperkenalkan persaingan yang sehat. Kita pun perlu meningkatkan interaksi untuk memperbaiki persahabatan dan komunikasi diantara anggota gang. Misalnya, diupayakan sering bertemu, baik secara formal maupun informal. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perlu menciptakan rasa saling membantu dan rasa kebersamaan para anggota gang.
“ Selamat Membaca (*_*) “

Jumat, 28 September 2012

Pentingnya Kelembutan Cinta Seorang Ibu

adhyel pentingnya kelembutan cinta seorang Ibu
Ibu adalah perempuan, itu pasti! Tapi perempuan adalah ibu, bukan suatu kepastian. Hanya saja kerap kita mesti mendudukkan perempuan pada posisi ibu. Lantas, adakah perempuan memang pantas disebut ibu?
Bagi saya, ibu itu mengesankan kasih sayang, terbayang kelembutan, merasakan aliran cinta. Bila saya berpikir tentang perempuan, terbayang kasih Ibu yang sejati melindungi anak-anaknya. Fokus pikiran saya hanya tentang sosok ibu! Makna itulah yang pertama hadir di benak saya. Oleh karena itu, makna kelembutan, kasih sayang, pendidikan, cinta, akan senantiasa tidak lepas dari arti kehadiran perempuan, gender, maupun kaum ibu.
Jika kita menyepelekan inti dari makna kelembutan cinta ibu dari sosok perempuan sebagai ibu itu, sepertinya kita menafikan keberadaan kita sebagai manusia. Karena, dari ibu itulah kita tidak mengenal pembeda antara laki-laki dan perempuan. Ibu menyayangi tanp beda takar. Ibu mengalirkan dirinya yang suci ke dalam aliran-aliran darah kita. Dan kita merasakan kelembutan cinta itu sebagai bagian penting dari muasal kehidupan.
Kalaulah kita jujur pada diri sendiri, maka tak akan ada pertanyaan tentang sosok ibu yang tetap saja menjadi api dalam diri kita untuk memberi arti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maupun berinteraksi sesama manusia. Kita menempatkan porsi cinta dan penghormatan pada ibu. Sebab, tentulah kita tidak bisa hidup tanpa kasih sayang, tanpa pendidikan, tanpa kelmbutan dari cinta ibu.
Bila ternyata ada yang tidak mampu menempatkan ibu sebagai sosok pemberi kelembutan kasih dari segalanya, maka bisa dipastikan bahwa kehadiran ibu, kehadiran permpuan, hanya ada pada tataran makna simbolik saja. Padahal, makna konsepsional dan makna filosofis yang kita butuhkan, bukan sekadar makna biologis yang feminin itu saja. Kita membutuhkan sosol itu yang sejtinya menjadi pelindung, pemberi arah, pengajar, penyayang, dan segala yang baik yang telah membumikan dirinya sebagai perempuan yang mampu menempatkan diri pada makna filosofis.
Perempuan adalah ibu. Ia mampu menempatkan posisinya secara proporsional. Ia mampu menjadi pelindung. Ia mampu menjadi penyemangat, pengarah, pembimbing. Ibu bukanlah sosok yang memberi makna pada sisi kehidupan yang tidak pernah kita ingin bayangkan. Kita tidak berharap, sosok itu menacapkan taring ke daging anak-anaknya. Ibu mestinya tak pernah bergeser sebagai pemberi kelembutan cinta.
Secara makna simbolik, kaum perempuan atau sosok ibu itu tidaklah sekonyong-konyong menjadi sosok yang lemah atau dengan kata yang agak vulgar yakni bahwa hanya kaum lelaki yang keras, dan bahkan bisa menjajah. Sama sekali tidak! Karena karakter yang ada pada kaum lelaki, ada pula pada wanita.
Misalnya, bukankah kita banyak mendengar bagaimana Margareth Teatcher yang ketika menjadi PM Inggris yang dikenal sebagai Iron Woman, atau siapa yang tidak kenal keberanian Cut Nyak Dhien sebagai tokoh wanita yang memimpin perlawanan di Aceh melawan Belanda?
Yang membedakan perempua dan laki-laki adalah biologisnya saja! Dan pada dasarnya memiliki kemampuan yang sama dalam semua dimensi kehidupan. Hal yang diperjuangkan Ibu Kartini. Namun, bagi seniman seperti Ismail Marzuki dalam tembangnya “Sabda Alam”, melihat persoalan gender itu di masanya masih dala koridor biologis sesuai proporsinya.
“wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu. Namun ada kala pria tak berdaya, tekuk lutut di balik kerling wanita...”. Penggalan lagu tersebut menjelasakan bahwa baru kerlingan perempuan, pria sudah menyerah apalagi kalau betul-betul segala kemampuan biologis yang dia miliki dikerahkan, maka dia akan mampu berbuat maksimal setara laki-laki.
Kini, sudah tidak pada tempatnya di saat teknologi dan ilmu pengetahuan telah berkembang, peluang perempuan tidak mendapatkan tempat di semua ruang yang ada. Hanya saja, jiwanya sebagai ibu mestinya tetap saja mendominasi cara berpikir dan bertindaknya. Sebab, sekeras baja bagaimana pun, ia tetap perempuan yang memiliki kelembutan cinta seorang ibu.
Dan kita selau berharap, perempuan adalah ibu yang memberi kehangatan cinta itu sebagai keikhlasan, bukan sekadar perlombaan demi emansipasi. Dari tangannyalah, dari hatinyalah, dari pikirannyalah, akan mengalir energi anak bangsa yang mengenal dirinya, mengenal tanggung jawabnya kepada keluarga, bangsa, dan agamanya.

Jumat, 03 Agustus 2012

Ucapan Alhamdulillah Mestinya Tidak Pernah Terputus

adhyel ucapan alhamdulillah mestinya tidak pernah terputus
BERSYUKUR, bukan hanya sebagai kata. Ucapan Alhamdulillah mestinya tidak pernah terputus dari bibir tubuh dan batin kita. Pasalnya, nikmat Ilahi seakan tak pernah terhenti buat kita sebagai hamba-Nya. Hanya saja, terkadang kita lupa untuk mengatakannya-minimal di hati.
Kata syukur itu memang mestinya dijabarkan dalam sikap yang lebih arif. Sebab, kerap ada yang berkata bahwa bila umur kita bertambah, maka di saat itulah kita makin bijak. Di saat itu pulalah, kita harus memahami kodrat kita sebagai manusia yang harus selalu berada dalam koridor kehendak-Nya. Namun, tidak sedikit dari kita yang lupa mengucapkan rasa syukur itu dari segala nikmat Ilahi. Apalagi, nikmat yang Tuhan berikan sangatlah luar biasa, minimal usia kita bertambah.
Nikmat itu pada dasarnya juga merupakan ujian. Kesenangan yang diberikan Ilahi kepada kita, tidaklah sekonyong-konyong menjadi kebanggaan maupun power untuk menyakiti orang lain. Kesenangan yang beragam itu bukanlah semata hadiah, tapi seharusnya menjadi bahan perenungan dan intropeksi dari segala langkah yang kita telah lewati maupun yaang sedang kita rencanakan  dan hadapi dihari-hari esok.
Bila ada yang mengatakan bahwa nikmat itu, termasuk jabatan adalah semata membuat kita bahagia, maka tentulah cara pandang seperti itu tidak sepenuhnya benar. Lagipula, sering kita mendengar pernyataan dari orang-orang yang masuk kategori bijak bahwa jabatan yang ia emban adalah amanah. Malah, ada yang menilainya sebagai beban.
Lantas adakah jabatan itu beban yang sangat berat untuk kita panggul? Sesungguhnya menurut keyakinan orang yang beriman dan beragama yang baik, jelas memahami bahwa Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Setidaknya, nikmat yang diberikan Ilahi itu bisa jadi justru sebagai beban, tapi terukur oleh kemampuan kita sendiri. Tapi jika kita malah tidak pernah menyadari akan segala kemampuan dari segala beban yang menjadi tanggung jawab kita itu, pada dasarnya di masa-masa itulah kita bisa kehilangan kendali pikir dan sikap sehingga justru menyakiti orang lain.
Seseorang yang terbebani (nikmat sekalipun) itu mendapatkan kebaikan karena pahalanya yang selama ini ia lakukan dan ia pun akan mendapatkan hukuman dan siksa bila ia berbuat jahat dan mengerjakan hal-hal yang merugikan orang lain. Sebagian keyakinan orang mengatakan bahwa ada hukum karma dari setiap perbuatan jahat atau jahil yang kita lakukan. Artinya yang baik akan ada balasan pertolongan, juga akan kemudahan urusan dalam kesulitan bila ada kebaikan yang pernah kita lakukan. Dan begitu pula sebaliknya, bila kita pernah menyakiti dan menzalimi orang lain, maka kita tunggu pula azab kesulitan dan masalah yang akan menimpa kita.
Akan tetapi, apakah sampai di situ saja paham kita tentang nikmat yang merupakan ujian itu? Tentu saja tidak cukup bahwa hidup ini hanya dalam pendekatan causal point of refrence atau sebab akibat, karena nyatanya sebagai manusia tentu saja seseorang itu penuh ketidaksempurnaan, bahkan tempatnya salah dan dosa. Jika demikian, maka keyakinan kita harus diarahkan bahwa Allah SWT, Tuhan Yang Mahaesa juga tempatnya kita memohon pengampunan dan tempat menerima taubat kita. Sehingga, penjabaran nikmat itu menjadi rasa syukur yang kemudian diejawantahkan kebentuk sikap agamis yang tidak lagi melulu menyakiti atau menyinggung orang lain yang mestinya menjadi bagian dari kehidupan kita sendiri untuk saling menghrgai.
Dari konteks itu pula, kita yakin bahwa sedangkan Allah SWT Maha Pengampun dan Pemaaf, apalagi kita sesama manusia mestinya harus ada saling mengampuni dosa kita. Karena pasti ada pula dosa kita dan bisa saja dosa yang ada itu adalah yang kita lakukan justru hal-hal yang di luar kesadaran kita atau karena adanya pengaruh sesaat yang tanpa sadar kita terkondisi berbuat salah. Yang jelas harus diingat bahwa semua orang pernah berdosa dan mungkin yang kita alami saat ini juga karena karma di masa lalu yang sementara berkutat dalam kehidupan kita, masih saling terkait. Tapi jika kesadaran itu hadir, maka jelas karunia Ilahi masih ada pada kita sebagai bahagian intropeksi dan evaluasi perjalanan hidup yang kita alami, karena kesadaran itu memberikan makna bahwa kita masih bernapas, masih ada otak yang berpikir, masih ada hati dan nurani yang Allah SWT karuniai pada kita untuk memperbiki langkah kita yang lebih baik ke depan dengan harapan umur kita masih panjang dan kesempurnaan dari tahun ke tahun makin dapat kita lakukan. Yang akhirnya berwujud sempurna dalam iman, sempurna dalam hidup. Artinya, kerja yang makin baik, sukses dan berprestasi, secra material dapat menghidupkan keluarga dan orang di sekitar kita dengan pendapatan yang halal dan dapat berubah dan mengontribusi kemajuan umat, agama, dan negara, kian terwujud. Namun, semua itu tentulah tak terlepas dari segala nikmat Ilahi yang diberkan kepada kita.
Makanya, sangat disesalkan bila ada orang yang lupa berendam dalam karunia Ilahi yang bibir dan hatinya tidak tahu mengucapkan Alhamdulillah, dan hanya mengucap kata lain yang tak henti menyakiti orang lain. Nauzubillah! Semoga, kita selalu diberi nikmat untuk tetap bersyukur.
Di kutip dari Syahrul Yasin Limpo. 2007. Ambil Tanganku, Kuambil Tanganmu. Yogyakarta; Citra Pustaka.

Followers

Powered By Blogger

Statistik Pengunjung